Ingin yang Cantik, boleh?


Sebuah pertanyaan;

Jika saya menginginkan calon pendamping hidup yang cantik sebagai kriteria utama, bagaimana pandangan Islam?

Rasulullah Saw. bersabda: “Wanita dinikahi karena empat perkara; (1) Karena harta bendanya, (2) karena keturunannya, (3) karena cantiknya, dan (4) karena agamanya. Maka pilihlah wanita yang memiliki agama, pasti kamu beruntung.” (HR. Bukhari-Muslim, dari Abu Hurairah ra.). 

Pertama, yang utama pada diri seorang wanita adalah keempat faktor dimiliki semua. Misal dia cantik tapi juga beragama, dia kaya juga beragama, dan seterusnya, tapi model wanita seperti itu satu dari seribu orang di dunia. Pilihlah wanita yang baik, dari keturunan baik, berkebiasaan baik. Jangan mengawini dia karena dari keturunan berharta, atau jangan menikahi janda karena berbau kembang dan berharta warisan suami pertama. Sabda Rasulullah Saw.:47 “Janganlah kamu menikahi wanita karena hartanya, mungkin dengan sebab harta itu dia bisa menyombongkan diri.” (HR. Ibnu Majjah, Al-Bazzar, Al-Baihaqi, dari Abdullah bin Umar ra). 

Kedua, jangan nikahi dia hanya karena dari keluarga berketurunan baik, berpangkat, mulia tapi masalah agama kosong. Sebab sabda Nabi Saw.: “Barangsiapa yang mengawini seorang wanita karena kemuliaannya, maka Allah tidak akan memberikan kecuali kehinaan.” (Hadits dari Abu Nu’aim, dari Anas ra). 

Ketiga: janganlah mendasari pernikahan itu karena dia cantik. Kita boleh menikahi wanita cantik bahkan kalau mampu pun diharuskan, tapi kedudukan cantik jangan diprioritaskan, sebab kalau mengutamakan cantik sebagai dorongan utama menikahi dia, maka akibatnya sudah disinyalir oleh Rasulullah Saw. dalam sabdanya: “Janganlah kalian mengawini wanita karena dia cantik, mungkin karena kecantikannya itu bisa mencelakakan.” (HR. Ibnu Majjah, Al-Bazzar dan Baihaqi; dari Abdullah bin Umar ra). Kecantikan itu kekuasaan. Dia mampu menguasai segala bentuk di bawahnya termasuk laki-laki dan bahkan harta termegah sekalipun. Sayangnya kebanyakan wanita menggunakan kekuasaan tersebut sebagai pemicu kesombongan dan pemuas nafsu, di mana kecantikan zaman sekarang sudah menjadi bayang-bayang yang menyulitkan zaman. 

Kita boleh memilih wanita cantik dengan syarat luhur budinya. Juga disabdakan Rasulullah Saw: “Sebaik-baik wanita ialah kalau kamu memandangnya bisa menyenangkan; kalau kamu perintah ia mematuhimu; kalau kamu beri bagian ia bisa menerimanya: dan kalau kamu pergi, ia akan menjaga dirinya dan menjaga hartamu.” (HR. Nasa’i dan lain-lain).

jadi, yang ‘cantik’ akhlak itulah yang utama ^.^

Apa komentar kamu? :D