Ketika rasa sesak itu muncul

Cinta kadang memberikan kejutan seperti mengecap rasa asam pada jeruk yang dingin, kadang dia hadirkan keceriaan seperti renyahnya keripik kentang, namun dia juga dapat menjadikan suasana hambar seperti sayur tanpa garam. Ibaratnya, cinta itu seperti permen nano-nano yang ramai rasanya.


Memang, tidak semua orang pernah merasakan cinta yang tidak bersambut. Bagaimana dengan kamu, sob? Semoga kamu buka satu diantara jutaan orang yang menangis karena cinta ya. Aamiin.

Jika kamau pernah kecewa Karena cinta, mungkin kamu dapat mendeskripsikan bagaimana rasanya patah hati. Namun, jika kamu belum pernah merasakannya, tidak disarankan untuk berharap suatu saat dapat merasakannya karena rasanya sangat sakit dan tidak enak. Ibaratnya, kamu naik jet coaster berdua, tetapi terlempar dari rel sendirian. Sakit dan hancur.

Nggak mau, kan?

Kamu mungkin tidak tahu rasanya mencintai seseorang, namun tak berbalas dengan cinta yang sama. Bayangkan, kamu mencintainya sepenuh hati, namun dia mencintaimu setengah hati, atau bahkan samasekali tidak ada setitik pun cinta untukmu di hatinya. (uuhh, bacanya saja sudah perih..)

Saat-saat seperti itu, tentu akan ada sakit dan sesak di hatimu. Terasa perih ketika melihat orang yang kamu cintai tidak benar-benar bahagia bersamamu. Dan akan sangat sedih ketika melihat orang yang kamu cintai dengan segenap ketulusanmu ternyata lebih bahagia menjalani hari-harinya bersama orang lain.

Kamu mungkin ingin menagis atau berteriak sekencang-kencangnya saat menghadapi situasi semacam ini. Namun, satu hal yang harus kamu sadari… akan lebih sulit untuk tetap bertahan menjalani hubungan dengan orang yang tidak pernah menghargai kesungguhanmu.

Oleh karena itu, jika kamu sedang menghadapi situasi seperti ini (semoga nggak pernah ya, Sob), bebaskan hatimu dari berharap kepadanya, kepada orang yang tidak pernah sedikitpun menaruh hormat kepada perasaanmu. Segera tanamkan pada dirimu bahwa kamu tidak boleh berharap kepada makhluk mana pun, baik kamu mencintainya ataupun jika kamu tidak mencintainya. Lalu peganglah prinsip ini dengan kuat: 

Bahwa kamu akan berharap dan menggantungkan harapanmu hanya kepada Allah. 

Hal ini berlaku bukan hanya soal cinta, tapi juga berlaku dalam segala aspek kehidupan. Oke, Sob? 🙂


Apa komentar kamu? :D