ReSEP 2012

RESEP  (REformulasi Sikap, Etika dan Pola pikir) 2012
Bina Akrab, yah sebagai mahasiswa baru itu adalah suatu momen yang paling kami tunggu-tunggu yang menurut anggapan kami –terkhusus bagi saya pribadi- merupakan acara puncak dari pengkaderan. Paling tunggu-tunggu karena saya segera ingin mengakhiri masa-masa kepala gundul dimana setiap kepala rambut tumbuh dikit pasti disuruh botak lagi sama senior dengan alasan kalau kepala gundul pelajaran akan mudah dipahami dan pikiran akan segar. Ugh… alasan yang mengada-ada menurut saya! Buktinya, waktu saya MA dengan rambut saya yang panjang saya bisa dengan mudah memahami pelajaran, setiap ujian saya adalah siswa yang paling anti menyontek dan bertanya sama teman, saya selalu peringkat satu di kelas (yah kalau boleh nyombong dikit, wkwkkw). Malah sekarang saat kepala gundul untuk memahami pelajaran susaaaah sekali, mugkin karena gara-gara tidak ke-PD-an dengan model yang tidak memiliki seni jadinya tidak konsen saat mengikuti kuliyah dan asistensi. Aku sudah bosan rasanya dimarah-marahi sama senior setiap pengumpulan sabtu minggu dengan alasan yang tak jelas, disuruh membela teman yang sudah jelas-jelas salah dengan alasan supaya solid, disuru kumpulkan tanda-tangan senior dengan jumlah standar minimum yang telah ditetapkan dengan alasan untuk sosialisasi mengenal lebih dekat dengan senior, -sesuatu hal yang menurutku dipaksa-paksakan-  yang sudah pasti menyita waktu padahal laporan dan tugas kuliyah menumpuk tinggi untuk diselesaikan. Aku sudah gerah dengan ketidak-pastian standar sopan santun yang ditekankan kepada kami, membingungkan… para kakak OC bialang kalau lewat didepan harus tunduk-tunduk, sementara senior yang lebih tua (angkatan 2010 ke bawah. Red) justru meminta kami agar kalau berpapasan dengan senior mengangkat muka, senyum dan salam. Saya cape’ naik turun tangga ke lab lantai lima padahal ada lift.  serta berbagai aturan-aturan yang dibuat senior yang terkadang membuatku kesal. Hehehhe…
jauh-jauh hari sebelum Bina Akrab kami latihan acara untuk Maba Show nanti, semua teman semangat mengikutinya. Ada acara paduan suara, perkusi, dance, tari, nyanyi solo, parodi dan ‘passtword’ lucu. Dan saya sendiri “berhasil” terjebak dalam acara parodi, yah saya bilang terjebak karena saat diumumkan acara-acaranya waktu pertama kali, yang disebutkan bukan Parodi tapi teatrikal. Waktu disebut acara teatrikal saya semangat sekali ikut gabung karena pada masa MA (tingkat SMA) dulu saya sering ikut acara seperti itu. Nanti pas waktu latihan saya jadi heran dan bingung; “wah apa-apaan ini, kenapa teatrikal bentuknya begini… ini ngelawak namanya”,  persis dengan acaranya OVJ yang kadang dibuat gila-giaan. Dan yang paling parah adalah saya mendapat peran sebagai mahasiswa yang berpenampilan jorok, berantakan…waduh… –aku ingin keluar rasanya dari kelompok acara itu-
apa mau dikata, semuanya sudah terlanjur, yah lebih baik lanjut ikut latihan saja, mau pindah ke grup acara lain sudah tidak bisa padahal keinginan untuk ikut berpartisipasi besar… pada masa-masa latihan acara inilah aku merasakan bahwa betapi hidup ini benar-benar dinikmati di Farmasi. Bayangkan saja, berangkat ke kampus pukul 07:30 buat masuk kuliyah, masuk lab, tulis dan  urus laporan, tulis urus jurnal, melakukan diskusi… cari tanda tangan sosialisasi senior…. sampai magrib. Habis shalat magrib pengumpulan kemudian dilanjut latihan acara sampai pukul 00 lewat. Pulang ke kos langsung kerja jurnal, kerja laporan, kerja TP, kerja tugas kuliya,… eh, tidak terasa adzam subuh berkumandang padahal belum belaar buat respon masuk lab, belajar untuk diskusi. Jarum jam sepertinya berputar amat sangat cepat. Mungkin anda bertanya kapan waktu untuk makan, untuk istirahat, untuk memejamkan mata sejenak, untuk mandi….?  entahlah… tidak ada kepastian, yang penting bisa ngampus tepat waktu dengan sedikit tenaga. Waktu yang sepersekian detik itu tersa sangat berharga buat kami.
Yah begitulah rutinitas kami selama kurang lebih dua pekan. Siang dan malam sepertinya tidak ada perbedaan, bekerja ala ‘romusha’ Jepang…wkwkwk.


            Pukul 04:30 jumat 12 April 2013.
Hari yang dinanti itu telah tiba, bagun pagi-pagi mempersiapkan semua yang dibutuhkan di BA nanti. Baju kaos putih, baju koko untuk shalat,sendal jepit, almamater, baju kemeja putih, baju kaos hitam, celana trening, sikat gigi dan odol dan odolnya. pokoknya semuanya pakaian siap. Kecuali makanan karena kebetulan waktu itu dompet saya lagi kosong melompong dan tidak lupa barang-barang elektronik disimpan baik-baik karena diarang bawa. Setelah itu mandi lalu tunggu adzan subuh.
Pukul tujuh lewat semuanya kumpul di pelataran baruga sesuai jarkom tadi malam. Pukul 8 naik ke aula untuk acara pembukaan, dihadiri oleh Dakil Dekan III, president BEM, dan Maperwa.
Setelah selesai shalat jum’at semuanya siap-siap, entah kenapa waktu pemberangkatan molor dari jadwal yang seharusnya, jadinya kami berangkat sekitar pukul setengah empat terpaksa kami harus shalat ashar dalam perjalanan.
 Sampai di malino, entah itu pukul berapa saya tidak tau karena sepanjang perjalanan saya kebanyakan menunduk karena kepala pusing sesekali tidur…langsung menurungkan barang-barang dengan cuaca yang sangat dingin. 

Jumat magrib 12 april 2013.
Setelah selesai shalat magrib, makan dan shalat isya langsung dilanjutkan dengan penerimaan materi walaupun dengan suasana lelah dan mengantuk hampir setengah hari perjalanan. Namun sebelumnya itu sambil menunggu pemateri beberapa senior sempat memberikan sambutan-sambutan kepada kami agar tetap tenang dan enjoy selama BA. Karena bebrapa saat pemateri belum juga muncul, eberapa teman kami yang sempat memiliki masalah untuk mengikuti BA diminta untuk menerima “hadiah” dari kak Habib.
Pertama, Leo…. alias Lepe… diminta untuk bergoyang itik… walaupun dia sempat seperti orang yang kebingungan. Lalu, Viro alias Shiro,, diminta untuk menyanyi.. menyanyi adalah request dari Saudara Wawan (hahhaa)… wawan request supaya Shiro menyanyikan sebuah lagu dengan ‘maco’.. hmm,,, setelah menyanyi lumayanlah,,, suara shiro cukup bagus.. (y)
Setelah itu alfath… dan request dari ,, saya lupa.. kalau tidak salah dari Asma… Alfath diminta untuk membawakan sebuah puisi.. setelah lama merenung dan dan kelihatan bingung…hihiihi… alfath akhirnya memilih unutk segera membawakan puisinya yang sangat puitis itu.. hahaha…
Judul pusii Alfath adalah “Senin berdarah”… saya tidak baik semua isinya… yang saya ingat puisi itu berisi curhatan Alfath tentang bagaimana “berdarahnya” hari senin bagi anak farmasi,,, “saat alarm berbunyi dan mata tidak berkompromi untuk membuka.. saat pikiran tengah ingin tenang, tapi adaa setumpouk laporan dan jurnal,, TP, respon dan harus kuliah…. begitulah ,, begitu beratlah hidup kami di farmasi… (dan seterusnya)” Good,, bagus-bagus puisinya,, Alfath sangat curcol juga rupanya, bahkan kak Habib pun menyadarinya,, hahaha..
Kemudian, ada Emmy Tjiang dan Edwind yang disuruh maju ke depan.. Emmy disuruh membaca berita tentang musim,, cuaca atau sejenisnya itu menggunakan bahasa mandari dan Ediwind yang memperagakannya… entahlah, rasanya kami semua tidak mengerti apa yang sedang Emmy bicarakan dan apa yang sedang Edwind lakukan, cukuplah kami tertawa saja… Yah… lumayan lucu dan menghibur sehingga sejenak melawan rasa lelah dan kantuk yang terus mengintai.
  Materi pertama pada malam itu  bertema “Kerangka Berpikir Ilmiah”  yang dibawakann  Kak Hasanuddin T., beliau adalah senior angkatan tahun 2008, waktu SMA dulu beliau sekolah di SMA 1 Massamba. Beliau memiliki motto hidup; “sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain”. –suatu motto hidup yang sangat mulia menurutku- selama penerimaan materi mataku benar-benar tidak bisa diajak kompromi, maunya tertutup terus… ugh.. jadinya tidak konsen meski sesekali ada snack yang diberikan tapi itu tidak mempan. Untung ada OC yang mengarahkan sinar lampu senter ke wajah kalau sempat dilihat tidur, kalau tidak mungin aku sudah ngorok ditempat. Karenanya suasananya seperti itu, jadinya hanya sebagian kecil materi yang bisa saya tangkap, entah itu sesuai dengan yang disampaikan atau tidak. antara lain;
Pengertian beberapa istilah,
– defenisi: pemberian batasan sesuatu sehingga sesuatu itu menjadi jelas
– kerangka: acuan atau pola dasar
– berpikir: proses dari tidak tahu menjadi tahu atau dari tau menjadi lebih tau.
– ilmiah: bersifat ilmu, bisa dipertanggung jawabkan dan logis, empiris
– ilmu: suatu yang sudah terbuktikan (tertulis, empiris)
– pengetahuan: sesuatu yang lebih luas dari ilmu.
Orang-orang barat memisahkan ilmu dengan pengetahuan. Tokohnya adalah Plato dengan teori arnesius. Sedangkan di Timur, ilmu pengetahuan merupakan satu kesatuan. Dengan tokohny adalah Murthada Mutahir. Dalam ilmu pengetahuan terdapat beberapa mahzab pemikiran, antara lain;
Ø  Empirisme: sesuatu yang bisa dinilai dan dibenarkan oleh indera;
Sumber pengetahuannya adalah indera dan pengalaman. Dengan tokoh John Lock.
Ø  Rasionalisme: semua kebenaran semata-mata berasal dari akal. Tokohnya adalah Plato dan Rene Descartes.
Ø  Skriptualisme: kepercayaan bahwa kebenaran berasal dari kitab.
Sejarah ilmu pengetahuan dibagi tiga, yaitu teosentris, kosmosentris, dan antroposentris.
Detik-detik lewat, dan Jam dinding menunjukkan pukul 1 lewat,, dan akhirnya,,, materipun selesai.. rasa kantuk sudah datang,, ohh sudah datang dari sebelumnya, tapi kali ini rasa kantuk meraja rela,,, walaupun kami hanya tidur di ats karpet, tanpa bantal,, kami semua rasanya tertidur amat nyenyak seperti sedang tidur di atas kasur dan di ruangan ber-AC… AC alami malino.. hahha.,.
Tak lama kemudian, terdengan suara memanggil, yah,, itu suara OC dan sebagian teman-teman yang suda bangun… waktunya bangun.., rasanya saya baru tertidur 5 menit… padahal kenyataanya kami sudah tidur lebih dari 2 jam lamanya… oh my God,,, saya masih sangat mengantuk, dan saya tidur kembali.. hahaha… tapi, akhirnya dibangunkan lagi…. sekarang saatnya untuk mengantri kamar mandi.. bukan untuk mandi,,, siapa yang sanggup mandi di jam seperti itu,, jam 4 lewat subuh…. dan di malino,, wow,, airnya seperti air es yang baru saja dikeluarkan dari kulkas.. kami hanya cuci muka dan setelah itu bersiap-siap mengikuti kegiatan.



Sabtu, 13 april 2013
Materi kedua dengan tema “Tanggung jawab Kaum Intelektual” pematerinya adalah Muh. Isrul S.Si., Apt. Beliau adalah senior angkatan 2005 asal Kendari, memiliki pengalaman organisasi yang banyak namun hanya beberapa yang bisa saya ingat jelas yaitu; Badan Eksekutif Mahasiswa Farmasi, HMI, IKMI, dan Maperwa. Beliau memilki motto hidup, ”hidup untuk beribada kepada tuhan Yang Maha Esa”. –sebuah motto hidup yang memiliki makna mendalam menurut saya-. Adapun isi materi yang berhasil ditangkap oleh memoriku antara lain bahwa manusia adalah makhluk sosial adalah kenyataan yang tak bisa terbantahkan dan merupakan suatu takdir yang tak bisa diubah.
Kaum intelektual bukannlah bagian dari penguasa tapi merupakan bagian dari masyarakat yang tak hanya melakukan kritik dan kontrol sosial.
Ciri-ciri kaum intelektual yaitu:
Ø  Memahami basic keilmuannya;
Ø  Kritis;
Ø  Selalu melakukan pergerakan sosial.
Pada bagan yang berbentuk piramida diperlihatkan dengan jelas hubungan antara penguasa, kaum intelektual, dan masyarakat umum. penguasa berada di puncak piramid, masyarakat umum berada pada dasar piramida dan kaum intelektual berada di tengah-tengah. Dari gambaran itu dapat dijelaskan bahawa antara pemerintah dam masyarakat umum ada kesenjangan dan disinilah fungsi kaum intelektual sebagai penghubung antara keduanya, mengontrol kebijakan pemerintah, dan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah/penguasa.
Mahasiswa merupakan kaum intelektual ysng memiliki tiga fungsi, yaitu:
Ø  Moral force;
Ø  Agent of change, dan
Ø  Social of control.
Status Mahasiswa memiliki tanggung jawab yang besar dalam masyarakat. ‘Dalam kekuatan yang besar terdapat tanggung jawab yang besar’ (Uncle Been).
Tanggung Jawab Mahasiswa:
Ø  Tri darma perguruan tinggi;
         Pendidikan
         Penelitian
         Pengabdian masyarakat.
(disingkat: Identitas)
Ø  Sumpah mahasiswa:
         Tanah air tanpa penindasan;
         Bangsa yang menjunjung tinggi keadilan;
         Tanpa kebohongan
Realitas bangsa:
-kapitalisme sebagai realitas bangsa, dan
-media sebagai instrumen doktrinasi.
Realitas mahasiswa:
            -apatis,
            -hedonis,
            -materialis.
Di akhir-akhir penjelasan dikatakan bahwa mahasiswa sebagai opsan yang konstruktif. –aku tidak mengerti apa artinya-
13 april 2013
Materi ketiga dengan tema “Wajah Organisai Fakultas Farmasi”. Pada materi kali ini saya cukup konsent dan serius mengikutinya, itu karena materinya memang menarik dan pematerinya juga membawakannya dengan semangat jadi saya ketularan semangatnya hehehhe…
Dalam fakultas farmasi unhas, juga ada organisasi didalamnya.
Fakultas farmasi unhas sebelumnya hanyalah merupakan jurusan atau program studi yang dibawahi oleh fakultas MIPA. Namun, seiring berjalannya waktu, farmasi merasa dianak tirikan oleh fakultas MIPA. Banyak perlakuan yang tidak adil bagi mahasiswa dengan program studi farmasi.
Salah satu contoh kecil yang ada adalah mengenai pemilihan ketua BEM. Aturan yang ada pada fakultas MIPA saat itu adalah yang menjadi ketua BEM digilir berdasarkan program studinya..
Saat itu, tiba waktunya untuk program studi farmasi yang menduduki jabatan ketua BEM. Namun,pihak fakultas nampaknya tidak menginginkan itu. Rasanya seperti ditipu… saat pembicaraan,, semuanya setuju untuk memilih kandidat dari farmasi, tapi sayangnya,,, pada faktanya,, saat pemilihan, farmasi tidak berhasil diangkat sebagai ketua BEM. Ini menambah kejengkelan para senior farmasi,, padahal, saat itu farmasi menyumbang cukup banyak hal untuk fakultas MIPA.
Akhirnya, berbagai upaya dilakukan oleh para mahasiswa farmasi untuk dapat lepas dari fakultas MIPA dan mendirikan fakultasnya sendiri. Usaha ini tentu sangat sulit dan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak usaha yang dilakukan oleh para senir, yang walaupun banyak mengalami kegagalan, namun mereka dengna tekun tetap berusaha untuk membuat farmasi menjadi fakultas tersendiri.. lagi pula, alasan ini berlandaskan pada MIPa adalah bagian dari ilmu eksakta yang bersifat murni.. sedangkan farmasi adalah ilmu eksakta yang bersifat terapan.
Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya usaha para senior berhasil menjadikan farmasi sebagai sebuah fakultas. Saat yang sama, farmasi juga secara resmi memiliki sebuah wadah organisasi Bemnya sendiri.. hal ini mendapat  tanggapan negatif dari fakultas MIPA sendiri yang saat itu belum bisa rela melepaskan farmasi sebagai salah satu program studinya.
Pada saat peresmian BEM fakultas farmasi dihadiri oleh BEM-BEM dari fakultas lain kecuali MIPA yang saat itu belum rela melepaskan farmasi.
Pada saat itu,, saat peresmian fakultas farmasi,,, bertepatan dengan Laboratorium yang harus dijalani kakak angkatan 2007 di fakultas MIPA.. dan mereka tidak mendapatkan izin dari asisten MIPA untuk mengikutinya.  Mereka diancam untuk tidak mengikuti praktikum jika menghasiri peresmian itu. Tapi pada saat itu, mereka memilih untuk mengikuti peresmian.
Pada tahun-tahun  farmasi berdiri menjadi fakultas, ditahun-tahun awal, terjadi tarik menarik MABA (Mahsiswa baru) untuk bisa ikut dalam MIPA atau farmasi.  Sehingga sulit bagi MABA-MABA pada saat itu, kaena proses pengkaderan yang sangat keras dari MIPA. Namun, seiring berjalannya waktu, hal itu sudah tidak berlanjut lagi.  Presiden BEM yang pertama di jabat oleh kak Cakra.
BEM farmasi memiliki beberapa UKM di dalamnya, yang sebagian sudah tidak aktif karena kegiatan mahasiswa farmasi yang sibuk dengan urusan praktikumnya. Oleh karena itu, dibutuhkan generasi-generasi baru untuk mengaktifkan ulang UKM-UKM dalam fakultas farmasi ini.
Selama Bina Akrab semua kegiatannya tidak seperti yang pernah saya bayangkan sebelumnya, sebelum berangkat saya membayangkan bahwa di bina akrab kami akan disiksa oleh para senior ternyata tidak, justru sebaliknya di sana kami jusrtu merasa dihargai, disayangi sebagai adik, pokoknya perlakuan senior ke kita bisa dibilang baik semua. Benar-benar diluar dugaan. Selain itu banyak juga aktivitas dan kegiatan yang cukup menyenangkan saat mengikuti bina akrab yaitu permainan (autbont), pembekalan materi dan saling berkenalan sesama mahasiswa farmasi dari senior-senior angkatan muda sampai super senior. Adapun tujuan dari bina akrab ini adalah agar kita saling mengenal satu sama lain, mengenal apa arti solidaritas, kebersamaan, saling membantu dan masih banyak lagi. Yang paling berkesan bagi saya adalah saat malam pementasan alias acara “Maba Show” disitulah kami benar-benar merasakan kebersamaan satu angkatan kami, kami semua tampil semaksimal mungkin untuk menghibur senior-senior dan Dekan yang hadir… sebuah kebanggan bagi kami. Tak perlu panjang lebar bina akrab itu menyenangkan… Yang bisa saya petik dari kegiatan bina akrab, dimana kita diajar disiplin, saling menghargai dan mendapatkan ilmu/pengalaman tambahan.

JAYALAH FARMASI…!

Apa komentar kamu? :D