Secuil kisah cintaku di masa lalu…

Saat aku tak mengenali bagaimana aku diizinkan untuk benar-benar menyimpan perasaan itu di hati hingga mati,,,

Hingga semuanya terjadi dan itulah yang tak semudah diucapkan,,,

TAKDIR…

Aku heran kenapa kata CINTA selalu dijadikan prioritas utama dalam kisah hidup setiap manusia. Seperti tak ada hal lain saja yang lebih penting dari sekadar kisah romantic antara sepasang manusia laki-laki dan perempuan. Bukanlah karier, cita-cita masa depan, yang diperjuangkan melaingkan restu CINTA yang diperjuangkan hingga mencapai bingkai pelaminan. Setelah semua itu, barulah kembali mengingat karier tujuan semula. Aku hanya bisa tersenyum saja, apalagi saat aku merasakannya. Aku benar-benar mengerti kenapa kata cinta itu selalu menjadi menu utama dalam daftar cobaan hidup. Sedih, susah, senang, itu sudah biasa, bahkan wajib untuk dirasakan hidup dalam mengiring kisah cinta.

Secuil kisah cintaku di masa lalu…

Pada suatu hari… 

tunggu dulu! Aku tidak akan menulis kisah ini setara dengan karangan anak kecil di saat liburan sekolah. Ya aku tahu mereka begitu dari yang aku lihat pada adik dan sepupuku yang masih bocah… dan aku berpengalaman dengan hal itu saat menginjak sekolah dasar.

Begini harusnya aku memulainya.

Aku harus menjelaskan mulai dari dia – NA. Bagaimana dia menjalani hari itu. Hari itu hari selasa, 20 september 2011 –aku menulisnya dengan jelas dalam catatan harianku- dan itu adalah kali pertama dia bertingkah sedikit aneh di hadapanku… oh bukan…, sangat aneh lebih tepatnya! Padahal waktu itu aku sama sekali tidak mengenalnya.

Ah dia datang. seorang temanku menunjukkanku pada seorang di antara sekumpulan cewek yang melintas di hadapan kami. Aku hanya melihat wajahnya sekilas dan segera menundukkan pandangan. Itu kah..??

Hari-hari sebelumnya, aku hanya sekadar tahu namanya dari teman sebangkuku. dia anak kelas X. Hampir tiap hari teman sebangku menyampaikan ‘titipan’ salam dari dia… yah kubalas saja;”wa’alaikumussalam wr. “

aku rasa tidak ada yang istimewa. Aku tidak pernah menaggapinya serius.

Tapi seiring waktu…. Kurasa dia telah dia telah mencuri hatiku. Bahkan saat aku meninggalkan masa abu-abu itu dan tak pernah lagi melihatnya kurasa dia telah membawa separuh hatiku.

Ah, sepertinya aku tak bisa meneruskan tulisan ini. Kurasa tak ada kata-kata dan kalimat yang mampu mengisahkan cerita cinta pertamaku. Aku akan melanjutkannnya saat menemukan kalimat yang pantas.. mungkin saja.



                                                                                      Palenteng, 28 juli 2014

Apa komentar kamu? :D