Untuk Sahabatku Entah Dimana dan Bagaimana Kabarnya

Jika aku bertanya,
“Masihkah aku sahabatmu?”
Bisakah kau menjawab,
“Ya, kau adalah sahabatku!” dengan tulus!?

Aku tidak yakin kau akan mengatakan itu dengan sepenuh hati lagi.
Ya, aku memang sahabatmu.
Namun tahukah kau, aku merasa terabaikan?
Ya, namaku memang terukir dalam catatan hidupmu,
namun tahukah kau, aku tertutup oleh nama-nama lain dalam daftarmu?
Aku sahabatmu, namun hanya sebatas nama
Kau sahabatku, namun mengingatmu, kenapa aku jadi sesak?

Pernahkah kau mengingatku,
Pernahkah namaku terlintas dalam benakmu walau untuk menit berikutnya aku dilupakan?

Janji untuk tidak saling melupakan terabaikan sudah,
Aku lupa, manusia punya rasa bosan
Dan… ya, kurasa kau sedang bosan denganku.
Atau… tidak hanya sekedar bosan…(?)

Kau tahu rasanya putus cinta?
Yang kurasa saat ini mungkin lebih dari putus cinta…
Karena aku, putus persahabatan…

Percayakah kau, jika kukatakan aku merindukanmu
Percayakah kau jika kukatakan aku ingin bertemu denganmu, memelukmu.
Maukah kau menemuiku jika kukatakan aku membutuhkanmu?

Jawaban apa yang dapat kuterima bila aku hanya berhadapan dengan angin?

Aku percaya, saat kau berjanji untuk tidak melupakanku.
Aku percaya, saat kau menyakinkanku, kau tidak akan berubah.
Dan sekarang aku percaya, sesuatu yang sebelumnya kita yakini tidak akan ada, sekarang ada!
Sama halnya saat dulu aku menyakini tidak ada “Mantan Sahabat”,
Namun sekarang… Akulah mantan sahabatmu.

For: sahabatku yang entah dimana dan bagaimana kabarnya

Miss you sobat…

*dikutip dari grup Alumni Madas 2012 oleh: Saraswati Syam
**Gambar: titikdua.net

Apa komentar kamu? :D